When You Said "Hidupku kok gini-gini aja" Let's Create Our Own Happiness


Halooo..

Long time no see this blog T.T aku baru aja aktivin blog aku ini, setelah 2 tahun terbengkalai karena aku lupa kata sandi dan nggak tahu aku kemana aja helooowww~ 

Aku nggak akan curhat kenapa aku aktivin blog ini lagi setelah 2 tahun lamanya...

..aku bakal, -semoga bisa ya- ajak kamu mensyukuri hal-hal kecil yang ada di hidup kamu. Yang merasa hidup kamu begini-begini aja yuk bangun, ambil minum dulu atau ambil cemilanmu dulu, duduk dan let's see why you must believe that you are worth. You deserve to be happy. Let's get it.




Happy. Apa sih definisi bahagia menurut kalian?
Aku yakin setiap orang pasti punya definisi untuk kebahagiannya masing-masing. Ada yang bilang, bahagia itu perkara personal, setiap orang punya-punya tingkat kebahagiaannya masing-masing. Sure, that's true. 

Tapi, apa kalian pernah merasa.. "Hidup aku kok gini-gini aja ya?" "Aku bosen sama hidup aku", atau justru. "Aku nggak pernah merasa bahagia sama hidup aku. Aku capek." 

Pernah? 

Kalo kalian pernah, kita sama. Yuk salaman dulu hehe. Don't worry dear, ini manusiawi kok. Setiap orang pasti pernah berada di fase ini, dan aku mau ngucapin selamat karena kamu masih disini, baca sedikit goresan aku, artinya kamu udah berhasil survive dan melalului tahap tersebut. Meskipun udah kamu lalui, nggak menutup kemungkinan kamu bakal merasa gitu lagi suatu hari nanti, atau justru hari ini? 

Pertama, yang perlu kamu ketahui adalah simpel aja, dalam sebuah hidup itu selalu ada yang namanya masalah. Dimana kamu berpijak, disitu kamu ketemu masalah, emang ngeselin sih masalah ini. Minta dipites tapi dia dateng terus, sampe kamu bilang "Masalah kok nggak selesai-selesai sih" atau "Satu masalah selesai, muncul masalah lain"


Yaa... this is a life, ketika kamu merasa kamu banyak masalah disitulah kamu hidup. Lalu ada juga yang bilang, "hidup aku tuh hambar, nggak ada yang berkesan." atau "Aku capek sama orang-orang di sekitar aku, selalu aja gini.. gitu,." dan bla bla bla.

Beberapa kali  aku dengar itu dari orang disekitarku, dan saat aku mendengar itu aku kayak menemukan diriku di orang lain. Sure, i ever felt like that. Terus gimana dong  caranya biar nggak ngerasa gitu?

Banyak. Banget. 

Cerita sedikit, aku punya peristiwa besar di hidup aku. Aku merasa ini cukup berat sampai aku takut dan nangis kalo aku mikirin itu lagi, tapi aku coba berdamai sama diri aku. Berdamai sama masa lalu, dan entah kenapa aku lambat laun bisa jalanin hari-hariku dengan lebih baik. Terkadang aku mikir kayak, "wow you are damn strong, Wulan." Mungkin aja orang lain yang terjebak di masalah yang sama kayak aku, bakal ngeluh tiap hari, tapi aku memilih buat let it go, ayo kita mulai lagi. Yang buruk ya biar terjadinya kemarin aja. Hari ini kita mulai lagi dengan pikiran yang positif dan jangan biarin pikiran yang kemarin ngerusak pikiran positif kamu hari ini. 

Aku nggak akan cerita peritiwa apa yang pernah aku alami sampai aku bilang ini berat dan mungkin orang lain nggak bisa sekuat aku. No. Itu mungkin aja terjadi tapi nggak menutup kemungkinan juga orang lainnya lagi menganggap masalah aku ini biasa aja. Nggak berat sama sekali. 

Sama kayak "bahagia" itu sendiri, kesedihan, rasa sakit, dan masalah yang berat itu juga perkara personal. Setiap orang punya tingkatt masalah yang berat menurut mereka sendiri, menurut aku sendiri, aku merasa masalahku ini berat, kemudian si A bilang " Hey wul, kamu kuat banget, kalo aku jadi kamu pasti aku udah nggak tau mau ngapain" tapi si B justru bilang kalau masalah aku tuh biasa aja. 

Sama kayak pas kalian punya masalah terus kalian cerita ke temen kalian bla bla bla, lalu reaksi temen kalian "Lu mah masih mending, gue malah bla bla bla" atau justru kalian sendiri pernah melakukan itu? 

Ada temen kalian yang curhat, dan kamu setelah kamu dengerin, kamu merasa masalah temen kamu biasa aja tapi temen kalian itu galaunya setengah mati. Lalu kalian mulai mereson kayak tadi tuh, "Kamu mah masih mending, aku malah lebih parah bla bla" 

Kalau kalian pernah melakukan itu, stop sekarang juga. Kita nggak bisa men-judge masalah orang lain itu dengan kata "cuma gitu aja", "masih mending kamu", "gitu doang elah" dan semacamnnya karena tadi yang udah aku bilang diatas, bahwa setiap orang punya tingkat masalah berat menurut dirinya masing-masing. Dan ya, terkadang kita juga bisa aja berada di masalah yang nggak terlalu berat sebenarnya tapi kita merasa itu berat banget terus kita curhat ke temen, dan temen malah responnya nggak sesuai sama ekspektasi.

Kita auto makin insecure, gitu kan? 

atau justru temen atau saudara kita yang kita yang kita curhatin malah makin menyalah-nyalahkan kita. Alhasil kita jadi memendam masalah itu, nggak mau cerita ke siapa-siapa dengan alasan nggak 'ada yang ngertiin aku' dan lebih parahnya lagi, bukannya mencari jalan keluar, kita malah memikirkan masalah itu terus menerus dan makin makin overthingking. Sampe akhirnya ada yang self-harm, minum obat penenang, atau parahnya lagi bunuh diri. 

Sebelum itu terjadi yuk kita saling mencegah hal tersebut, untuk diri kita sendiri dan orang lain. Saat kita berada di posisi orang yang bermasalah. Aduh nggak enak bahasanya tapi emang gitu kan adanya ya. Manusia itu selalu bermasalah kalau nggak mau punya masalah sana jadi malaikat aja. wkwkwk. itu kasarannya gais. terus kata bude Sumiyati,. 


Nah jelas kan,

lanjut... kalau kalian berada di posisi orang yang bermasalah yuk jangan takut buat berbagi, rasa sedihnya, beratnya dibagi, jangan dipikul sendiri, oke?  tapi kalau kalian merasa orang disekitar kalian nggak memberikan reaksi yang baik. Nggak papa, pertama kalian kurangi overthingkingnya dulu, karena kalian masih punya diri kalian sendiri buat menolong kalian sendiri. Treat yourself better. Tarik nafas dulu. Mulai deh kalian jalan ke belakang. Eitss bukan jalan dalam arti sesungguhnya, kalian ulik aja apa sih yang bikin kalian kayak gini. Sampe bikin rasanya berat banget, kemudian mulai perbaiki apa yang salah dari kalian. Pelan-pelan aja, sambil dibenahi kalian sambil makan ya, sambil minum. Jangan skip makan.

Karena kalian harus kuat buat mengatasi masalah kalian sendiri, kalau kalian merasa sesak banget istirahat dulu bentar, baru deh lanjut lagi. 

Istirahat tuh kayak apa? 

istirahat itu bikin diri kalian senyaman mungkin sama keadaan. Bisa tidur, bisa baca buku kesukaan kalian, dengerin musik, nonton film, lakukan apa yang membuat kalian merasa lebih baik. Karena setiap orang punya cara sendiri-sendiri buat menghibur dirinya. Aku nggak bisa maksa kalian  buat nonton drakor ini aja bagus banget tau, So, do whatever you want selama itu masih dalam konteks yang positif.

Nah kalo kalian udah merasa kalian cukup nyaman dan tau dimana letak kesalahan kalian, maka perbaiki, kalau masalahnya ada di diri kalian sendiri maka do better. bikin diri kalian lebih baik, benahi apa yang salah. tapi kalo masalah kalian sama orang-orang di sekitar kalian. Tell her or him. Komunikasi, bicarain mana yang salah pelan-pelan dan pastikan kalian obrolin itu dalam keadaan yang baik, dengan kepala dingin kayak kalo pake sampo clear menthol.

Jangan pernah bilang aku nggak bisa, ngadi-ngadi lo? belum juga dicoba. 

Itu kalo kita punya masalah yang berat dan nggak nemuin ujungnya? tapi kalo rasanya hidup hambar gimana dong? 

hmmm.. pertama-tama mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Benarkah hidup kita sehambar itu? benarkah hidup kita gini-gini doang? coba renungkin, coba kita putar lagi, kita flash back momen momen yang bikin kita bahagia. Kita bisa makan sama orang yang kita sayangi, kita bisa ketawa sama dia, kita bareng, ngobrol bareng, main bareng, kita juara lomba makan kerupuk, juara lomba pesta siaga misal, saat itu kamu bahagia nggak? aku yakin saat itu kamu banyak tersenyum.

lalu, kenapa kamu bilang hidupmu hambar?

Itu kan dulu, kalo sekarang udah nggak kayak gitu. Eitsss. jangan salah, kalian pernah belaja di sh*pee dan dapet barang yang kamu butuhin dan kamu puas dengan barang itu? nah itu salah satunya. 

Tapi kan itu biasa aja?

biasa aja karena kalian merasa itu biasa aja, mari ubah mindset kalian kalau hal-hal seperti itu juga spesial. Mulailah bahagian dengan hal-hal kecil disekitar kita. Misalnya bisa cerita sama orang tua kalian. Ingat bahwa diluar sana mungkin ada aja yang nggak bisa cerita sama ayah dan ibu mereka. Atau ingat hari ini makan sama apa? ayam kah? daging kah? ikan kah? ingat bahwa diluar sana ada yang bersusah payah dan harus jatuh-jatuh dahulu untuk mengumpulkan sesuap nasi. 

Bahagia dari hal-hal kecil aja, ada tuh kata dimulai dari hal-hal kecil kemudian membuahkan hasil yang besar. Lakukan apa yang membuat kalian bahagia, tapi tapi tapi jangan pernah jadikan kebahagiaan itu sebagai tujuan hidup. Loh kenapa? 

Seperti yangaku bilang tadi dimana kita jalan, dimana kita melangkah pasti ada aja masalah. Diaat kita ada masalah disitu kebahagiaan yang kita inginkan tiba-tibaa aja ilang. So, hidup itu nggak melulu tenteng bahagia lurrr, tapi karena masalah kita bisa belajar. memang kita nggak bahagia waktu ada masalah

tapi.. problem bring us to the another level. bisa semakin dibawah, bisa juga dilevel atas tergantung cara kita memaknai masalah kita tadi. Bahagia nggak selalu datang mengampiri kita, tapi tetaplah senyum saat bahagia nggak bersama kita. Karena tidak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya. You deserve to be happy today. So create your own happiness by yourself to be better, not to be happy person but better person.

Panjang banget nggak ngerti, semoga nggak bosen ya bacanya hehe. aku bakal bikin part dua kalau yang baca udah banyak ya, so thank you for visiting this writing. 

and the last, aku pernah baca postingan yang captionnya kayak gini. 

"when you think life is sweet, it's always good to say thank you and celebrate.. But if you think life is awfully bitter, it's always good to say thank you and grow."

That's it. see you, and have a nice day y'all ^^




#happiness #problem #better #motivational #life

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Lagu Kpop Bertempo Sedang Yang Cocok Buat Penghantar Tidur Kamu